MENANTI REMBULAN
Karya : Herman Syukur Zai
Bersama rindu, aku menuang segala kata
Bersama kata, aku menuang segala rasa
Tertawa rindanglah, wahai rembulan
Biarkanlah angin malam, meluluhkan segala ragu
Datanglah! Kembalilah!
Di pertepian jalan asmara ini, aku duduk mengharap
Pulanglah! Baliklah!
Di sini, aku sedang terbaring menunggu.
Senin, 08 Juli 2019
KATAMU
KATAMU
Karya : Herman Syukur Zai
Gelak rayu
Pada kata yang merayu
Gegap gempita
Pada kata yang rancak
Termangu pada alunan frasa
Menembus duri sukma
Menggema-mengena kalbu
Pikat tambat terpaku
Runcing katamu
Bercahaya dalam senja
Memeluk gravitasi hati
Pada titik temu kata
Aku diam tertunduk
Kalbuku remuk merindu
Menghembus pelan
Oh, katamu.
Karya : Herman Syukur Zai
Gelak rayu
Pada kata yang merayu
Gegap gempita
Pada kata yang rancak
Termangu pada alunan frasa
Menembus duri sukma
Menggema-mengena kalbu
Pikat tambat terpaku
Runcing katamu
Bercahaya dalam senja
Memeluk gravitasi hati
Pada titik temu kata
Aku diam tertunduk
Kalbuku remuk merindu
Menghembus pelan
Oh, katamu.
PENGKHIANAT KATA
PENGKHIANAT KATA
Karya : Herman Syukur Zai
Kala hening merangkul sedih
Raga terduduk memangku ragu
Merindumu tanpa tahu kapan temu
Menyematkan kata rindu di alam tunggu
Kemana dikau?
Bermain rayu bak pujangga
Merayu bunga di taman melati
Menanam rindu di telaga tawar
Kini, kau tak muncul
Terganti gelap memakan cahaya
Sendu pilu menyepi di lamunan
Kemana katamu, kemana dirimu.
Karya : Herman Syukur Zai
Kala hening merangkul sedih
Raga terduduk memangku ragu
Merindumu tanpa tahu kapan temu
Menyematkan kata rindu di alam tunggu
Kemana dikau?
Bermain rayu bak pujangga
Merayu bunga di taman melati
Menanam rindu di telaga tawar
Kini, kau tak muncul
Terganti gelap memakan cahaya
Sendu pilu menyepi di lamunan
Kemana katamu, kemana dirimu.
Langganan:
Postingan (Atom)