U J I A N
Karya : Herman Syukur Zai
Resah dan gelisah memenuhi ruang fikirku
Jiwaku seakan melayang di atas keputus-asaan
Ketika ujian datang menyapa di depan ambang
Menguji insan yang duduk di tempat pustaka ilmu
Jemariku kaku dan samar mengulas balik tumpukan buku yang penuh goresan istilah dan metode
Detik waktu kian sampai pada menitnya
Mengabarkan bahwa ujian siap menguji
Ujian tak mengenal kata belum siap
Ujian tak mengenal cengeng
Dan ujian juga tak mengenal rasa kasihan
Karena ujian senantiasa datang pada waktunya
Kedatangannya untuk menguji takkan bisa dihentikan, kecuali kita berhenti menggali ilmu
Akankah aku siap untuk diuji?
Sedangkan mentalitas dan logikaku belum siaga
Akankah aku sukses untuk diuji?
Sedangkan tumpukan buku yang penuh kosakata ilmu belum ditransfer ke memori kehidupan
Sesal sudah telat dimakan waktu
Waktu takkan lagi berpihak kepadaku
Kesempatan luangku telah aku tuang dengan manisan kesenangan
Aku terbuai oleh rayuan manis naluri duniawi
Tapi, harus apalagi?
Semuanya telah sirna dimakan waktu dan naluri duniawi
Penyesalan tak berujung asa
Ulasan balik tumpukan buku kosakata ilmu pun hanya seketika
Hanya doa pada Sang Khalik yang bisa kuheningkan
Agar diberi curahan siaga mentalitas dan logika pada jiwaku yang telah dilanda rasa sesal dan putus asa
Ujian sudah di depan ambang mata
Semoga aku pulang dengan membawa kado kesuksesan buat keluarga besarku.